:: Selamat datang diKabupaten Gunungkidul ::
Selamat Datang di Kabupaten Gunungkidul

.:: Kecamatan Ngawen ::.
PROFIL KECAMATAN NGAWEN

VISI

" Menjadi Fasilitator Penyelenggaraan Pembangunan untuk Mewujudkan Peningkatan Pelayanan Masyarakat"

MISI

1.    Mewujudkan peningkatan kinerja aparatur pemerintah
2.    Mengembangkan sumber daya manusia (SDM) untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat
3.    Mewujudkan pengembangan usaha ekonomi produktif

 TUJUAN

1.    Meningkatkan kemampuan aparat pemerintah dalam pelayanan masyarakat
2.    Mengembangkan kualitas sumber daya manusia dan kelembagaan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat
3.    Meningkatkan kesejahteraan masyarakat

 SASARAN

1.    Aparatur pemerintah memiliki kinerja yang baik dalam pelayanan masyarakat melalui peningkatan kualitas kelembagaan dan SDM
2.    Jumlah peran serta masyarakat dalam proses pembangunan meningkat.
3.    Peningkatan pendapatan masyarakat

 KEADAAN GEOGRAFIS

Batas WIlayah:

Utara        : Kecamatan Cawas dan Bayat, Kabupaten Klaten
Timur       : Kecamatan Semin
Selatan    : Kecamatan Karangmojo
Barat        : Kecamatan Nglipar dan Gedangsari

Kecamatan Ngawen mempunyai luas lahan 4.529,9  Ha terdiri dari lahan sawah/ladang seluas 1101,1 Ha  (24,08 %) yang terbagi dalam  :

Penggunaan Lahan Luas(Ha)
Irigasi Teknis 
--   
Irigasi  ½  Teknis 13,10
Irigasi Sederhana
8,50
Tadah Hujan
1079, 50
Tegal/Kebun
1.801,94
Pekarangan/bangunan 1.254,06
Padang/Gembala
264,44
Hutan Negara 108,36

Desa yang ada di Kecamatan Ngawen merupakan desa swadaya. Berikut rinciannya:

Desa Dusun RW RT Luas (Ha) PBB (Rp)
Watusigar 12 23 46 333.4 41.643.594,-
Beji 14 30 50 725.8 42.106.750,-
Kampung 15 32 64 533.2 69.731.435,-
Jurangjero 8 20 40 875.0 24.974.334,-
Sambirejo 9 18 45 520.2 33.951.514,-
Tancep 8 19 36 256.2 20.598.859,-
Total 66 142 284 3244.6 233.006.486,-

Memiliki ketinggian sekitar 600 mdpl dengan suhu berkisar antara 25 sampai 32 derajat Celcius. Curah hujan di Kecamatan Ngawen pad atahun 2007 berkisar antara 538 sampai 1256 mm/tahun dengan jumlah hari hujan terbanyak 86 hari. Musim hujan dimulai bulan Nopember dan berakhir pada bulan Maret-April dengan puncak hujan bulan Desember-Pebruari.

Dilihat dari bentuk wilayahnya sebagian besar merupakan perbukitan dengan kemiringan antara 0-40 %, dari luas keseluruhan yang berbentuk dataran hanya mencapai 15 %. Wilayah Ngawen termasuk dalam zona Batur Agung, yang memiliki fungsi sebagai daerah tangkapan air untuk 2 zona lainnya.

Air permukaan banyak dijumpai di wilayah Ngawen. Wilayah ini dilalui DAS Oyo dan 38 aliran sungai kecil yang berfungsi mengairi lahan pertanian ditambah 49 mata air yang berfungsi menyediakan kebutuhan air bersih. Kedalaman sumur bor 60-80 m yang membantu menyediakan air bersih untuk musim kemarau.

Di Kecamatan Ngawen yang terdiri dari 6 Desa ( 66 Padukuhan ) telah terjangkau jaringan listrik

Terdapat 6 tower seluler yang ada di Kecamatan Ngawen, yaitu terletak di Desa Kampung: 3 tower, Desa Sambirejo : 2 tower
dan Desa Tancep    : 1 tower.


PENDUDUK

No Desa Laki2 Wanita Jumlah
1 Watusigar 2.950 3.023 5.973
2 Beji 2.311 2.370 4.681
3 Kampung 3.473 3.611 7.084
4 Jurangjero 2.512 2.522 5.034
5 Sambirejo 3.740 2.901 7.585
6 Tancep 3.033 2.901 5.934
  Total 18.019 18.272 36.291

Mata Pencaharian Jumlah
PNS/TNI/POLRI 885
Pertanian 17.156
Pertambangan 496
Industri 7.847
Bangunan 1.587
Perdagangan 2.629
Angkutan 305
Keuangan 12

Adapun berdasarkan hasil pendataan dari petugas PLKB Kecamatan Ngawen tahun 2009 jumlah KK Pra Sejahtera    : 3167  KK, KK KS I : 2515 KK,  KS II : 2239 KK, dan KS III : 1272 KK


SARANA DAN PRASARANA KANTOR KECAMATAN NGAWEN

Jenis Luas Bangunan (m2)
Kondisi
Tanah Bangunan Kantor 7952 BAIK
Gedung Kantor Kecamatan 237 BAIK
Gedung PKK 158 BAIK
Kantor PKK/DW - -
Rumah Dinas Camat 15  x  12 BAIK
Ruang Komputer 15  x  3 BAIK


PRASARANA AIR BERSIH
Di wilayah Kecamatan Ngawen selama ini sangat membutuhkan air terlebih untuk kebutuhan rumah tangga. Namun selama ini warga masyarakat kebanyakan menggunakan air sumur galian dan sebagian kecil membeli air tangki pada musim kemarau, dikarenakan drainage PDAM yang telah terpasang yang masuk ke wilayah Kecamatan Ngawen belum pernah teraliri air untuk kebutuhan masyarakat. Sehingga air masih menjadikan salah satu kendala bagi masyarakat Kecamatan Ngawen.

Adapun peta kekeringan Kecamatan Ngawen Tahun 2010 sebagai berikut :

  1. Desa Watusigar meliputi 7 padukuhan yaitu :Tapansari, Sambirejo, Cikal, Munggur, Buyutan, Ngimbang dan Ngampon.
  2. Desa Beji  meliputi 13 padukuhan yaitu : Bejono, Tegalrejo, Daguran Kidul, Tungkluk, Ngelo Lor, Daguran Lor, Serut, Grojogan, Banaran, Beji, Duren, Bendo, Ngelo Kidul.
  3. Desa Kampung meliputi 15 padukuhan yaitu : Tempuran Kulon, Batusari, Tempuran Wetan, Kepil, Suru, Kampung kidul, Pagerjurang, Ngawen, Kampung lor, Gunung gambar,Gantiwarno, Gelaran, Gudang, Kaliwaru, Candi.
  4. Desa Jurangjero meliputi 8 padukuhan, yaitu : Kaliwuluh, Nologaten, Purworejo, Jambu, Kranggan, Jurangjero, Wonosari, Gambarsari
  5. Desa Sambirejo meliputi 7 padukuhan yaitu : Sambeng I, Sambeng II, Sambeng III, Sambeng IV, Sambeng V, Jentir, Tobong
  6. Desa Tancep meliputi 8 padukuhan, yaitu : Wonongso, Bundelan, Mundon, Tancep, Jono, Sendangrejo, Bantengwareng, Sumberan


KESEHATAN

Kecamatan Ngawen belum memiliki rumah sakit, hanya puskesmas sebanyak 2 unit, puskesmas pembantu 5 unit, Polindes 2 unit, posyandu 66 buah. Sedangkan tenaga kesehatan yang ada antara lain dokter 4 orang, mantri kesehatan 12 orang, bidan 9 orang, ahli gizi 2 orang dan dukun bayi sebanyak 18 orang.

Rekap Pemutakhiran Data Peserta KB Baru dan KB Aktif per Juli 2010
Desa PUS Peserta KB baru  Peserta KB aktif                
Watusigar 930 57 721
Beji 710 41 563
Kampung 1134 63 943
Jurangjero 803 54 630
Sambirejo 1191 61 996
Tancep 1012 57 799
Jumlah 5780 333 4652


Perekonomian
Jumlah pasar negeri di Kecamatan Ngawen ada 2 pasar yaitu di Desa Kampung dan Desa Sambirejo. Jumlah Pasar Desa ada 4 pasar yaitu di Desa Watusigar, Desa Beji, Desa Kampung, dan Desa Tancep. Lembaga Keuangan yang ada di Kecamatan Ngawen  sebagai penunjang perekonomian masyarakat Kecamatan Ngawen sebagai berikut :
Bank  BRI : 1 unit, BUKP: 1 unit, UPK “TEKUN” PNPM-MP : 1 unit,  BKM “MERAMU” P2KP  : 1 unit,  Bank Keliling  BPD  : I unit setiap Selasa dan Jumat.

Adapun pemanfaat dana bergulir untuk ekonomi produktif  dari 6 Desa se Kecamatan Ngawen sebagai berikut :
PNPM            : 134 kelompok
BKM /P2KP  : 36 kelompok
KUBE            : 70 kelompok
Kelompok Tani    : 67 kelompok


Pertanian dan Peternakan.

Luas Lahan Sawah di Kecamatan  Ngawen ada 1010,1 Ha. Mayoritas penduduk  di Kecamatan Ngawen adalah bekerja di bidang Pertanian. Terdapat 66 Kelompok Tani yang ada di 6 desa se Kecamatan Ngawen. Di masing-masing Desa ada bantuan modal petani (PUAP).
Jenis tanaman yang sering ditanam adalah :Padi, Jagung, Kedelai, Ubi kayu, Kacang Tanah, Kacang Hijau.
Jenis tanaman hortikultura yang sering ditanam adalah :Mangga, Pisang, Cabe, Bawang Merah, Sawi, Bayam, Kangkung, terong, Tomat.
Adapun jenis tanaman Apotik Hidup :Jahe, Laos, Temu lawak

Data Tanaman Perkebunan sebagai berikut :

Desa Tembakau Viki

Tembakau Rakyat

Jambu Mete

  L.Tanam L.Potensi L.Tanam L.Potensi L.Tanam L.Potensi
Watusigar 3,00 Ha 10.5 ha 12 Ha 15 Ha 95 Ha 315 Ha
Beji 1,25 Ha  5,5 Ha 7 Ha 10 Ha 70 Ha 273 Ha
Kampung 1.00 Ha 11,5 ha 9 Ha 15 Ha 51 Ha 305 Ha
Jurangjero 0,75 Ha 5,0 ha 8 Ha 10 Ha 82 Ha 300 Ha
Sambirejo 0.50 Ha 5,0 ha 4 Ha 7 Ha 72 Ha 250 Ha
Tancep 0.50 Ha 5,0 ha 2 Ha 5 Ha 41 Ha 200 Ha
Jumlah 7.00 Ha 29,0 Ha 42 Ha 62 Ha 411 Ha 1643 Ha

Populasi Tanaman Penghijauan

Jenis Tanaman Jml batang Hasil                
Jati 433.918 182, 245  m3
Akasia 33.005 106,080 m3
Mahoni 52.768 134,725 m3
Sengon laut 7.107 -
Sono keling 2.574 19,526 m3
Bambu - 4.211 batang
Lain-lain 11.590 142 m3

Populasi ternak lebah madu dan hasil sebagai berikut :
1. Jumlah Ternak Madu         : 32 glodog/stupb
2. Hasil Madu                          : 46 liter per tahun

Luas Hutan Rakyat dan Lahan Kritis :

Desa Htn Rakyat  Lhn Kritis
Watusigar 133 Ha 39 Ha
Beji 261 Ha 29 Ha
Kampung 151 Ha 52 Ha
Jurangjero 117 Ha 40 Ha
Sambirejo 88 Ha 35 Ha
Tancep 99 Ha 43 Ha
Jumlah 849 Ha 238 Ha

Data Potensi Peternakan Kecamatan Ngawen tahun 2010 sebagai berikut :   

Desa Sapi Kambing Ayam buras Itik Ayam ras
Watusigar 841 1121 5600 280 30000
Beji 721 960 4800 240 5000
Kampung 1080 1440 7200 360 32000
Jurangjero 780 1040 5200 260 -
Sambirejo 1140 1520 7600 380 10000
Tancep 960 1280 6400 320 -
Jumlah 5522 7381 36800 1840 77000

Potensi Alam dan pariwisata

  1. Bahan Galian : Batu putih bisa didapatkan di seluruh desa di Kecamatan Ngawen, pasir urug dan kerikil di Desa Watusigar,  batu giring bisa didapatkan di Desa Kampung, Tancep dan Desa Jurangjero,  batu ornamen di desa Sambirejo, sedangkan zeolit bisa didapatkan di Desa Tancep.
  2. Hutan Lindung : Hutan Wonosadi di Desa Beji. Disana kita bisa menemukan pohon yang berukuran besar dan berusia sangat tua, serta kesenian rinding gumbeng
  3. Wisata sejarah : Gunung Gambar Desa Kampung. Wisata budaya di Gununggambar merupakan peninggalan dari Pangeran Sambernyawa (mangkunegoro I) dan dirayakan setiap tahun dengan sadranan yang dilaksanakan bersamaan dengan sadranan di Wonosadi.

Untuk lengkapnya silahkan kunjungi web Dinas Kebudayaan dan Pariwisata di http://www.pariwisata.gunungkidulkab.go.id


Industri

Sentra industri dan produk unggulan

JenisProduk                               Lokasi                                                
Anyaman bambu Kampung, Beji, Watusigar
Batik tulis Tancep
Sirup markisa Tancep
Wuwung seng Sambirejo
Mebel Kampung, Sambirejo, Tancep
Jenang ayu Watusigar
Ukir kayu dan batu Sambirejo
Mete Watusigar
Genteng Kampung,Sambirejo, Jurangjero
Eternit Sambirejo
Jamu instan Tancep


 

Total Content : 1
Halaman        1