:: Selamat datang diKabupaten Gunungkidul ::
Selamat Datang di Kabupaten Gunungkidul

.:: Dinas ::.
DINAS SOSIAL, TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI

Jl KH Agus Salim No 125 Wonosari, Telp (0274) 391450

Email : nakertrans@gunungkidulkab.go.id

Webiste : http://sosnakertrans.gunungkidulkab.go.id

 

Kepala : Dwi Warna Widi Nugraha MSi

Sekretaris : Drs Prahasnu Aliaskar

Subbagian Perencanaan : Tri Mustofa, SIP

Subbagian Keuangan : Jumarwan, SE
Subbagian Umum :Drs Duska

 

Bidang Sosial

Kepala : Dra Christiana Suyatmiyatun

Seksi Bina Sosial : Drs Rubiman, MSi

Seksi Bantuan dan Jaminan Sosial : Gustarto Subyono, SIP

Seksi Rehabilitasi Sosial : Winarto, SSos

 

Bidang Pendayagunaan Tenaga Kerja

Kepala : Munawar Aksin, ST

Seksi Peningkatan Kualitas dan Produktivitas : Daryanti, SIP

Seksi Pengembangan dan Perluasan  : Joko Edi Wardoyo, SH

 

Bidang Hubungan Industrial dan Perlindungan Tenaga Kerja

Kepala :Y Sri Sari Mukti, Ssos, MM

Seksi Hubungan Industrial dan Syarat Kerja : Zakaria SH

Seksi Pengawasan dan Perlindungan  : Isdi Hary Wibowo, SH

 

Bidang Transmigrasi

Kepala : Drs Basuki

Seksi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi : Chatarina Emi Purwaningsih, SE

Seksi Pendaftaran dan Penempatan : Agus Istiadi, BSc, SST Trans

 

UPT Balai Latihan Kerja

Kepala : Sumitro, SSos

Subbag Tata Usaha : Titik Hartati, SSos

 

 

VISI

Visi Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gunungkidul tahun 2010-2015 adalah :

" Terwujudnya Peningkatan Kesejahteraan Sosial Masyarakat serta Tenaga Kerja dan Masyarakat Transmigrasi yang Produktif, Berdaya Saing Tinggi dan Sejahtera"

 

Penjelasan makna Visi tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut :
  1. Kesejahteraan Sosial Masyarakat adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan material, spiritual, dan sosial warga negara agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri, sehingga dapat melakukan fungsi sosialnya;
  2. Masyarakat meliputi masyarakat pekerja dan masyarakat transmigrasi;
  3. Tenaga Kerja dan Masyarakat Transmigrasi yang Produktif adalah tenaga kerja dan masyarakat transmigrasi yang mampu berinisiatif, kreatif dan inovatif;
  4. Tenaga Kerja dan Masyarakat Transmigrasi yang berdaya saing tinggi adalah tenaga kerja dan masyarakat transmigrasi tersebut mempunyai kualitas yang memadai serta terampil dan profesional di bidangnya, sehingga mampu bersaing dengan tenaga kerja dan transmigran dari daerah lain dalam memenuhi kebutuhan pasar kerja, baik di dalam negeri maupun di luar negeri;
  5. Tenaga Kerja dan Masyarakat Transmigrasi yang sejahtera adalah tenaga kerja dan masyarakat transmigrasi yang meningkat taraf hidupnya sehingga mencapai kehidupan dan penghidupan yang lebih layak dan lebih baik.

 

MISI

Misi Pertama
Meningkatkan kualitas SDM aparatur :
Pemberdayaan kualitas aparatur dalam melaksanakan pelayanan bidang sosial, ketenagakerjaan dan ketransmigrasian kepada masyarakat.


Misi Kedua
Mewujudkan kemampuan pembangunan kesejahteraan sosial masyarakat :
a. Terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat;
b. Mampu mengembangkan diri, untuk dapat melaksanakan fungsi sosialnya;
c. Menyelenggarakan kesejahteraan sosial;
d. Pemberdayaan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PKMS).

Misi Ketiga
Meningkatkan kualitas, produktivitas, kompetensi tenaga kerja dan transmigran :
a. Memberikan pembinaan dan pelatihan dan produktivitas kepada tenaga kerja;
b. Memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat umumnya dan pekerja khususnya tentang ketenagakerjaan dan dunia kerja;


Misi Keempat
Mengembangkan dan memperluas kesempatan kerja dengan memberikan motivasi, fasilitasi, simulasi, kerjasama dan mobilitas :
a. Perluasan dan pengembangan kesempatan kerja dilakukan melalui kegiatan peningkatan penempatan tenaga kerja dan penciptaan lapangan kerja;
b. Pemberian motivasi, fasilitasi, stimulasi kepada tenaga kerja dan calon transmigran, diharapkan mampu memberikan daya tarik untuk memperbaiki taraf hidup;
c. Peningkatan kerjasama antar daerah untuk menambah kesempatan kerja baik untuk tenaga kerja maupun calon transmigran.

Misi Kelima
Meningkatkan pembinaan, perlindungan dan pengawasan hubungan industrial tenaga kerja :
a. Meningkatkan pembinaan dan pengawasan hubungan industrial di perusahaan;
b. Meningkatkan perlindungan ketenagakerjaan dimaksud agar setiap kerja mendapat perlindungan atas keselamatan, kesehatan, kesusilaan dan perlakuan yang sesuai dengan martabat manusia dan moral agama;
c. Melaksanakan pembinaan kepada pengusaha dan tenaga kerja tentang pelaksanan Peraturan Perundang- Undangan Ketenagakerjaan;
d. Mengawasi pelaksanaan Peraturan Perundang-Undangan Ketenagakerjaan.

Total Content : 13
Halaman        1     2     3     4     5     6     7     8     9     10     11