:: Selamat datang diKabupaten Gunungkidul ::
Selamat Datang di Kabupaten Gunungkidul

.:: Berita Daerah ::.
Untuk memastikan kelancaran pelaksanaan seleksi CPNS di Gunungkidul, DPRD Gunungkidul, membentuk tim khusus yang bertugas mengawasi dan memantau pelaksanaan seluruh tahapan seleksi."Pembentukan tim pamantau tersebut untuk mencegah kemungkinan terjadi kecurangan dalam pelaksanaan tahapan seleksi penerimaan CPNS, termasuk kemungkinan terjadi praktik percaloan," kata anggota Komisi A DPRD Gunungkidul Chairul Nazmi Siregar di Wonosari, Kamis (29/10).

Ia menegaskan bahwa pembentukan tim khusus tersebut untuk mengawasi pelaksanaan penerimaan CPNS Gunungkidul 2009, karena peran pemerintah daerah dalam penerimaan CPNS kali ini hanya sebagai fasilitator dan penanggungjawab pelaksana sehingga harus ada pihak yang mengawasi. Menurut dia, dasar pembentukan tim khusus pengawasan tahapan seleksi penerimaan CPNS tersebut adalah untuk mengantisipasi praktik kecurangan dalam pelaksanaan tahapan seleksi CPNS.

"Sejumlah warga meminta dewan berperan aktif dalam pengawasan penerimaan CPNS, DPRD menanggapi permintaan tersebut dengan membuat tim khusus yang akan melakukan pengawasan," katanya.

Ia mengatakan tim khusus tersebut akan bertugas mengawal proses penerimaan CPNS mulai dari pendaftaran, seleksi administrasi, tes tertulis hingga pengumuman penerimaan. "DPRD mempunyai fungsi pengawasan sehingga kami ingin melakukan upaya pengawasan untuk mengawal proses penerimaan CPNS agar tidak melenceng, serta tidak ada pihak-pihak yang dirugikan," katanya.

Ia menyatakan seluruh anggota tim tersebut adalah anggota Komisi A DPRD Gunungkidul yang berasal dari seluruh fraksi. Setiap anggota akan diberi tugas untuk memantau perkembangan proses penerimaan dan menerima keluhan masyarakat. Menurut dia, DPRD Gunungkidul siap menerima pengaduan dari peserta seleksi CPNS yang merasa mendapat perlakukan diskriminatif atau merasa dicurangi.

"Kami mengharapkan peran aktif masyarakat dengan segera melaporkan kepada tim pamantau atau pihak yang berwajib apabila menemukan kecurangan dalam pelaksanaan seleksi CPNS Gunungkidul," katanya. Setidaknya dengan keberadaan tim pengawas, kata dia, berbagai dugaan kecurangan dalam setiap proses rekrutmen CPNS bisa dicegah.

BKD Gunungkidul Tak Jamin GTT Jadi PNS

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Gunungkidul, tidak bisa menjanjikan atau menjamin pengangkatan Guru Tidak Tetap (GTT) menjadi calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun 2009 ini. Permasalahan ini terkait dibukanya pendaftaran CPNS yang digelar di Gunungkidul. 

"Seleksi penerimaan CPNS bersifat terbuka dan adil, sehingga tidak ada salah satu pihak yang akan diistimewakan, termasuk GTT. Semua peserta akan melalui tes yang sama, mereka yang lolos yang akan diangkat menjadi CPNS," kata Kabid Perencanaan dan Pengembangan BKD Gunungkidul Khrysna Hariatmo di Wonosari, Rabu (28/10).

Menurut dia, adanya desakan dari sejumlah anggota DPRD Gunungkidul yang meminta penghapusan syarat minimal nilai indeks prestasi kumulatif (IPK) 2,75, hal itu justru kontraproduktif, karena penyertaan syarat nilai minimal IPK tersebut telah melalui proses dan pengkajian yang matang, serta merujuk pada petunjuk nasional. "Demi kredibilitas dan kompetensi seleksi CPNS, maka syarat minimal nilai IPK itu harus tetap diberlakukan. Jika dihapus, justru akan kontraproduktif dengan seleksi pegawai yang memiliki kredibilitas," katanya.

Khrysna mengatakan seleksi akan berjalan secara adil, karena tes tertulis dan penilaian ditangani sebuah badan independen. Tidak ada keistimewaan khusus, baik GTT maupun pegawai tidak tetap (PTT) yang mengikuti seleksi penerimaan CPNS Gunungkidul 2010.(KR)
| dibaca 2069 kali | 00/00/0000 00:00 WIB
Total Konten : -
Halaman