:: Selamat datang diKabupaten Gunungkidul ::
Selamat Datang di Kabupaten Gunungkidul

.:: Berita Daerah ::.
 Pengumuman Ujian Nasional (UN) SMA, MA, dan SMK di Gunungkidul berjalan lancar, meski jumlah yang tak lulus mencapai 1.404 siswa.Mereka langsung di daftar sebagai peserta ujian ulangan pada 10 Mei mendatang. Demikian dikatakan Kepala Bidang Sekolah Menengah (SM) Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul Drs.Sugiyanto MT didampingi kasi kurikulum Drs.H Ali Ridho MM Senin (26/4).

"Dari peserta UN sebanyak  6.454 siswa yang lulus 5.054 siswa atau 78%," jelasnya. Dari sebanyak 2.303 siswa SMA/MA negeri dan swasta yang lulus 1.609 siswa atau 70%.sedangkan 4.151 peserta UN dari SMK negeri dan swasta yang lulus sebanyak 3.441 peserta atau 83%.

" Meskipun jumlah yang tidak lulus mencapai 22%, tapi posisi Gunungkidul pada tingkat Provinsi untuk jenjang SMA mengalami kenaikan dari peringkat lima menjadi peringkat empat. Sedangkan untuk SMK masih diperingkat dua,"tambahnya.

Untuk jenjang SN+MA tidak satu pun yang lulus 100%. Di SMA 1 Wonosari dari jumlah peserta 232 siswa, lulus 228 siswa atau 98 persen, SMA 1 semin lulus 95 persen, SMA 1 Rongkop lulus 90 persen, SMA 2 Playen 91 persen. Sejumlah SMA negeri lain banyak yang kelulusannya sangat rendah. ada yang lulusan hanya 28 persen, ada juga yang hanya lulus 45 persen.

Dari data yang dihimpun, banyak siswa yang jatuh untuk nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia. Beberapa sekolah negeri di Playen, Patuk, Semin nilai mata pelajaran ini hanya berkisar 2 sampai 4, bahkan banyak yang mengungkapkan jawabanya hampir sama.

"Hasil UN SMK di Gunungkidul relatif bagus. Ada dua sekolah yang lulus 100%. Masing-masing SMK 1 Wonosari dengan jumlah peserta 379 siswa semuanya lulus. Satu-satunya SMK swasta yang lulus 100%  SMK MUhammadiyah  Ngawen dengan jumlah peserta 60 siswa, semuanya lulus. Sedangkan dua sekolah swasta yang tidak lulus 100 % semuanya berada di Kecamatan Playen. Semuanya sekolah swata , SMK dan SMA. Yang SMA pesertanya 21 siswa dan yang SMK pesertanya 2 siswa," jelas Kabid SM Dindikpora Gunungkidul Drs Sugiyanto MT.

Pada saat pengumuman sejumlah sekolah terlihat lengang. Karena kebanyakan pengumuman disampaikan kepada orangtua atau wali. Memang ada beberapa siswa yang datang, tapi tidak banyak melakukan kegiatan. Meski tetap saja sejumlah siswa mencoret-coret bajunya walaupun sudah dilarang Disdikpora Gunungkidul.

"Dikecamatan Ngawen polisi berhasil mencegah siswa yang akan berkonvoi," kata Kasat Lantas Polres Gunungkidul AKP Polwan Suryati. (KR)
| dibaca 4172 kali | 00/00/0000 00:00 WIB
Total Konten : -
Halaman