:: Selamat datang diKabupaten Gunungkidul ::
Selamat Datang di Kabupaten Gunungkidul

.:: Berita Daerah ::.
Meskipun hidup di wilayah perbukitan karst Gunungsewu, masyarakat Gunungkidul sama sekali tidak memperoleh bekal pengetahuan formal tentang karst. Tanpa adanya bekal pengetahuan tersebut, masyarakat cenderung lalai untuk melestarikan karst yang menjadi sumber utama cadangan pemenuhan kebutuhan air masyarakat.
Museum karst yang terletak di perbatasan Gunungkidul dan Jawa Tengah, tepatnya di Desa Gedangrejo, Pracimantoro, Wonogiri menjadi salah satu solusi bagi penanaman pendidikan tentang karst bagi siswa sekolah. "Museum ini menawarkan kekayaan pengetahuan tentang karst dan bisa diakses secara gratis," kata ahli geologi Museum karst, Anton Wicaksono, Rabu (7/7)
Museum yang menyajikan pengetahuan tentang karst dunia ini memang sengaja dibangun di Pracimantoro agar bisa diakses oleh masyarakat dikawasan Perbukitan Gunungsewu yang membentang dari Gunungkidul, Wonogiri, hingga Pacitan. Dengan berkunjung ke Museum Karst Indonesia, mayarakat bisa belajar ilmu kebumian spesifik karst sekaligus berwisata.
Sejauh ini, menurut ahli geologi, Taufik Wirabuana, mayoritas pengunjung museum masih didominasi pelajar dari Jawa tengah. Masyarakat Gunungkidul yang hanya berjarak 25 kilometer dari Museum karst Indonesia cenderung belum tahu tentang kehadiran museum yang baru diresmikan awal Juni itu.
Ketidaktahuan masyarakat Gunungkidul untuk mengakses museum cukup wajar karena pihak pengelola museum belum berani mempromosikan kehadiran museum secara besar-besaran. Hal itu karena sebagian alat peraga museum terutama peraga aktif belum bisa dioperasikan karena masih terbatasnya cadangan listrik.
Kedepannya menurut Anton, pelajar di Gunungkidul, Wonogiri, dan Pacitan akan menjadi sasaran utama pembelajaran tentang karst. Museum karsat Indonesia terdiri atas tiga lantai yang memanjang beragam peraga seperti proses pembentukan karst, fungsi karst, hingga peta persebaran karst di dunia.
Setelah mengunjungi museum, antara lain, siswa akan mengetahui bahwa kawasan karst sebenarnya kaya limpahan cadangan air yang tersimpan disungai bawah tanah. Pengunjung museum juga bisa sekaligus mengunjungi tujuh goa alami disekitar museum. "Jangan sampai mereka hidup di kawasan karst tetapi tidak tahu karst itu apa", ujar taufik. (WKM_kompas)
| dibaca 1703 kali | 00/00/0000 00:00 WIB
Total Konten : -
Halaman